Ulkus kornea sentral dapat disebabkan oleh pseudomonas, streptococcus, pneumonia, virus, jamur, dan alergi. Pengobatan ulkus kornea secara umum adalah dengan pemberian antibiotika yang sesuai dan sikloplegik. Pembentukan parut akibat ulserasi kornea adalah penyebab utama kebutaan dan gangguan penglihatan di seluruh dunia. Kebanyakan gangguan penglihatan ini dapat dicegah, namun hanya bila diagnosis penyebabnya ditetapkan secara dini dan diobati secara memadai. Ulserasi supuratif sentral dahulu hanya disebabkan oleh S pneumonia. Tetapi akhir-akhir ini sebagai akibat luasnya penggunaan obat-obat sistemik dan lokal (sekurang-kurangnya di negara-negara maju), bakteri, fungi, dan virus opurtunistik cenderung lebih banyak menjadi penyebab ulkus kornea daripada S pneumonia.
Tampilkan postingan dengan label mata. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label mata. Tampilkan semua postingan
Minggu, 22 Agustus 2010
Sabtu, 06 Maret 2010
strabismus vertikal, refleks pupil, kekuatan lensa mata
Sabtu, 13 Februari 2010
glaukoma
Definisi glaukoma: sekumpulan gejala optik neuropati yang disertai defek lapangan pandang dan peningkatan tekanan intraokuler.
Klasifikasi:
1.glaukoma sudut tertutup/ closed angle glaucoma (CAG)
-akut, subakut, kronik
-sekunder dengan atau tanpa hambatan pupil
Etiologi:
Sudut CO yang memang sempit
Gejala klinik:
-sakit kepala, muntah, nyeri
-visus turun, TIO Sangat tinggi
-edema palpebra, conjuctiva hiperemis, kornea suram, Camera Occuli Anterior (COA) dangkal, pupil midriasis, Refleks cahaya negative.
-gonioskopi: sudut COA ssempit
Pengobatan:
Bedah: iridektomi perifer, iridektomi preventiv, iridoplasty periferal.
Obat:
Timolol maleat (0,25-0,5%)
pilokarpin 2-4%
Gliserin
Asetazolamid
2. Glaukoma sudut terbuka/ open angle glaucoma (OAG)
-Primer, sekunder
-glaukoma normotension
-glaukoma juvenile
Etiologi:
Hambatan aliran
aquos keluar
Gejala klinik:
-asimpomatik, progresif
-biasanya bilateral
-visus masih baik (tunnel vision)
-funduskopi: ekskavasi
-gonioskopi: sudut COA lebar
Pengobatan:
Obat:
pilokarpin 2-4%,
Timolol 0,25-0,5%
Epinefrin
Asetazolamide
Bedah:
Trabekulektomi (bila pngobatan gagal)
3. Glaukoma kongenital:
-primer (gangguan infantil)
-glaukoma infant sekunder
Etiologi:
Berkaitan dengan kelainan kongenital lain.
Gejala klinik:
-muncul sampai umur 3 tahun
-dini: lakrimasi, fotofobia, blefarospasme
-kornea suram & teregang
(buftalmos)
-TIO sangat tinggi
Pengobatan:
-Goniotomi
-trabekulektomi
*dari pajangan dinding di poli glaukoma Rumah Sakit Umum Pusat Mohammad Hoesin Palembang.
Klasifikasi:
1.glaukoma sudut tertutup/ closed angle glaucoma (CAG)
-akut, subakut, kronik
-sekunder dengan atau tanpa hambatan pupil
Etiologi:
Sudut CO yang memang sempit
Gejala klinik:
-sakit kepala, muntah, nyeri
-visus turun, TIO Sangat tinggi
-edema palpebra, conjuctiva hiperemis, kornea suram, Camera Occuli Anterior (COA) dangkal, pupil midriasis, Refleks cahaya negative.
-gonioskopi: sudut COA ssempit
Pengobatan:
Bedah: iridektomi perifer, iridektomi preventiv, iridoplasty periferal.
Obat:
Timolol maleat (0,25-0,5%)
pilokarpin 2-4%
Gliserin
Asetazolamid
2. Glaukoma sudut terbuka/ open angle glaucoma (OAG)
-Primer, sekunder
-glaukoma normotension
-glaukoma juvenile
Etiologi:
Hambatan aliran
aquos keluar
Gejala klinik:
-asimpomatik, progresif
-biasanya bilateral
-visus masih baik (tunnel vision)
-funduskopi: ekskavasi
-gonioskopi: sudut COA lebar
Pengobatan:
Obat:
pilokarpin 2-4%,
Timolol 0,25-0,5%
Epinefrin
Asetazolamide
Bedah:
Trabekulektomi (bila pngobatan gagal)
3. Glaukoma kongenital:
-primer (gangguan infantil)
-glaukoma infant sekunder
Etiologi:
Berkaitan dengan kelainan kongenital lain.
Gejala klinik:
-muncul sampai umur 3 tahun
-dini: lakrimasi, fotofobia, blefarospasme
-kornea suram & teregang
(buftalmos)
-TIO sangat tinggi
Pengobatan:
-Goniotomi
-trabekulektomi
*dari pajangan dinding di poli glaukoma Rumah Sakit Umum Pusat Mohammad Hoesin Palembang.
Langganan:
Postingan (Atom)